Saatkita setup efek stombox, terkadang kita bingung bagaimana mengurutkan pedal delay, distorsi, wah, equalizer, chorus, flanger, tremolo, compressor, sustainer, dan booster, ketika kita tidak tahu apa fungsi dasar dari setiap stombox itu sendiri, rangkaian yang kita buat ketika tidak tepat, malah membuat suara gitar menjadi tidak maksimal.
Rp350,000 | [READY] #SandayGearStock BEHRINGER NR300 Noise Reducer (Unit only | Fungsi normal | kondisi seperti difoto | ex Pemakaian panggung) Efek yang berfungsi untuk meredam noise yang timbul dari susunan efek di pedalboard. Cukup ngebantu untuk dapetin sound breakdown yang rapat dan jelas 🤘🏻 Ada mode "Mute" juga untuk settingan standby di atas panggung 😁 Price : Rp 350.000
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Pengetahuan Tentang Amplifier Setiap amplifier gitar mempunyai setting yang berbeda-beda. Saya mencoba menerangkan mengenai setting amplifier dengan dua channel. Dua channel dalam amplifier gitar biasanya sering disebut dengan Channel A dan Channel B. Channel A biasanya kita set sebagai Channel Clean dan Channel B kita bisa set sebagai Channel distortion atau lead. Pada bagian preamp kita dapat menemukan parameter gain dan equalization yaitu bass, mid, dan treble. Untuk setting awal equalization saya merekomendasikan untuk mengesetnya di tengah yaitu arah jam 12, dari situ baru kita sesuaikan sesuai dengan karakter sound yang kita inginkan. Untuk gain atau karakter distorsi kita bisa sesuaikan dengan musik yang kita mainkan. Jika kita memainkan musik rock atau metal mungkin kita akan memutar knob gain sampai penuh, akan tetapi jika kita memainkan musik blues kita mungkin hanya akan mengeset gain pada arah jam 12 atau bahkan kurang, untuk mendapatkan karakter crunch. Untuk setting master volume kita akan mengesetnya pada bagian terakhir secara perlahan untuk mendapatkan kerasnya suara yang sesuai dengan player-player yang lain. Untuk lebih jelasnya mengenai amplifier kita bisa membaginya menjadi 3 bagian penting yaitu preamp yang memproses keseluruhan tone yaitu gain dan EQ, kemudian poweramp yang mengangkat sinyal yang sudah diproses oleh preamp tersebut untuk kemudian dibuang ke speaker. Speaker adalah bagian penting ke 3 dari sebuah amplifier. Sebuah head amplifier otomatis terdiri dari preamp dan power amp. Speakernya kita kenal sebagai cabinet. Head Cabinet biasa kita sebut dengan stack. Sebuah amplifier yang preamp, power amp dan speakernya menyatu jadi satu bagian, kita kenal dengan nama combo amplifier. Pedal Distorsi/Overdrive. Untuk mendapatkan efek distorsi yang berbeda dari karakter amplifier, kita bisa menggunakan stompbox effect. Efek ini biasanya terdiri dari parameter gain/drive/distortion/saturation, equalization bass, mid, & treble, dan level/master sama dengan yang ada pada sebuah preamp. Cara settingnya pun sama dengan saat kita mengeset preamp kita. Beberapa efek stompbox ada juga yang digunakan sebagai booster pada sebuah ampli dengan karakter semi distorsi/crunch, sehingga ampli tsb menjadi seolah memiliki tiga buah channel, yaitu channel clean, crunch/semi distorsi, dan lead untuk distorsi penuh. Efek seperti ini biasanya kita sebut dengan pedal overdrive. Pedal overdrive biasanya memiliki tiga buah parameter yaitu, drive/distortion, tone, dan master. Sedikit tips dari saya untuk mendapatkan suara gitar yang hangat jika menggunakan pedal overdrive sebagai booster, cobalah set parameter tone kamu pada posisi minimal, bahkan saya lebih suka mengesetnya dalam posisi nol. Beberapa contoh pedal overdrive adalah Ibanez tube screamer, Boss OD-1, dll. Compressor Apa yang dilakukan sebuah efek compressor adalah mempertahankan sound yang keluar dari instrument gitar pada level yang konsisten. Artinya efek tsb mengurangi dinamika yang terlalu lebar pada sinyal yang dihasilkan sebuah gitar, yaitu mengangkat level yang keluar secara pelan pada gitar dan menurunkan level yang keluar terlalu keras pada gitar, sehingga level yang dihasilkan bisa tetap stabil. Biasanya efek ini digunakan untuk sound clean yang sustain pada gitar atau kadang juga kita gunakan untuk bermain funk. Ada 3 parameter dasar yang biasanya ada pada pedal compressor, antara lain adalah parameter level, untuk menentukan berapa keras sound hasil kompresi yang ingin kita keluarkan, kemudian parameter attack untuk menentukan seberapa cepat efek compressor tsb merspon, dan parameter sustain untuk menentukan seberapa besar kita angkat level dari hasil suara gitar yang pelan. Efek compressor yang lebih bagus memiliki feature yang lebih kompleks, antara lain ratio untuk menentukan perbandingan seberapa besar sinyal tersebut dikompres. Release time untuk menentukan kecepatan compressor melepas gain reduction setelah input sinyal turun di bawah threshold. Threshold adalah level ambang batas di mana compressor diaktifkan, dan pemrosesan akan dilakukan sesuai dengan setting ratio, attack dan release. Reverb. Reverb atau kita bisa menyebutnya dengan gema. Efek reverb biasanya terdapat langsung pada amplifier. Efek reverb yang terdapat pada amplifier kita kenal dengan spring reverb. Disebut spring reverb karena di dalam amplifier terdapat sebuah per panjang yang memproduksi reverb tersebut. Spring reverb ini biasanya hanya dikontrol menggunakan 1 parameter saja, jadi penggunaan reverb ini sangat simple. Satu hal yang perlu diingat, tips dari saya, jangan pernah memproses sinyal gitar ke dalam reverb sebelum diproses oleh pedal distorsi. Jadi Gitar harus diproses ke dalam efek distorsi dahulu baru masuk ke dalam efek reverb. Bagaimana jika kita ingin menggunakan distorsi dari ampli dan menggunakan efek reverb dari luar. Kita tidak ingin mendistorsi sinyal gitar yang sudah diproses oleh reverb terlebih dahulu, oleh karena itu sinyal gitar kita harus diproses oleh distorsi amplifier terlebih dahulu baru kita proses menggunakan reverb. Bagaimana caranya? Pada amplifier standard kita akan menemui dua buah lubang input, yaitu send dan return biasanya terletak di belakang amplifier. Dua buah lubang input ini kita sebut dengan effects loops. Fungsi dari effects loops adalah untuk memisah suara distorsi dari ampli yang kita sebut dengan preamp, dan level volume suara ampli tersebut yang kita sebut dengan power ampl Output dari gitar yang kita punya kita masukan ke dalam input amplifier, dalam hal ini gitar akan diproses oleh preamp yang ada pada amplifier tsb. Sinyal yang tadi sudah diproses oleh preamp, bisa kita lewatkan dahulu ke efek, dalam hal ini efek reverb. Jadi sinyal dari preamp kita kirim melalui lubang send yang ada pada amplifier, kemudian memasuki input efek reverb dan dari output efek reverb kita kirim kembali ke lubang return yang ada pada amplifier. Dengan setting seperti ini efek reverb ada sesudah gitar diproses oleh preamp yang ada di amplifier kita. Untuk penggunaan reverb yang lebih kompleks kita bisa menggunakan digital reverb. Dengan menggunakan digital reverb seperti ini kita bisa memilih jenis-jenis dari reverb yang ada, antara lain spring, room, hall, dan plate. Di dalamnya juga ada setting untuk decay menentukan panjangnya reverb / besar ruangan, semakin besar ruangan semakin panjang reverb yang keluar, pre delay delay pendek yang muncul antara sinyal langsung dan reverb yang keluar, bentuknya seperti echo, dan masih banyak parameter lainnya. Delay Terkadang jika kita ingin memainkan sebuah solo guitar, kita menemukan bahwa delay terdengar lebih jelas daripada reverb. Saya kurang suka menggunakan efek reverb yang terlalu besar terutama dalam permainan solo gitar saya karena efek reverb yang terlalu besar dapat menyamarkan permainan gitar saya, sehingga solo gitar saya bisa terdengar kabur dan tidak jelas. Delay bisa memberi efek yang mirip dengan reverb akan tetapi lebih jelas dibandingkan dengan reverb. Prinsip penempatan delay dalam urutan efek sama dengan reverb yaitu ditempatkan sesudah distorsi. Ada 3 parameter utama yang ada pada delay, yaitu time, feedback dan level. Time menentukan lamanya delay setiap pengulangannya, feedback menentukan jumlah total pengulangan / panjang echo, level menentukan seberapa keras echo yang yang dihasilkan. Tips dari saya untuk penggunaan efek delay ini adalah cobalah untuk menyesuaikan setting timing dengan tempo dari lagu yang sedang dimainkan, untuk itulah beberapa efek delay mempunyai pedal tap tempo untuk menyesuaikan tempo delay dengan tempo lagu yang sedang dimainkan. Chorus Chorus pada dasarnya adalah delay pendek yang dimodulasi oleh sebuah LFO Low Frequency Oscillator. Parameter yang ada pada chorus di antaranya adalah rate / speed, depth, dan level. Rate menunjukan seberapa cepat delay yang diproses itu dinaikan dan diturunkan pitchnya. Depth menunjukan seberapa besar turun dan naik pitch hasil delay pendek tsb diproses. Dan terakhir adalah parameter level yang menunjukan volume suara delay tsb. Hasil delay pendek tsb dicampurkan dengan sinyal asli yang keluar dari gitar sehingga menghasilkan efek chorus. Mungkin ilustrasi di bawah ini bisa menjelaskan bagaimana efek chorus tsb bekerja gambar 1 Gambar 1 Tips dari saya untuk menggunakan efek chorus ini adalah cobalah untuk tidak mengeset parameter rate atau speed terlalu besar, sehingga efek chorus ini bisa terdengar halus. Untuk depth kita bisa mengesetnya agak lebar agar terdengar lebih mengalir. Flanger Efek flanger sebenarnya hampir mirip dengan chorus. Bedanya pada flanger terdapat parameter delay time dan feedback, beberapa produk menyebut delay time dengan manual dan menyebut feedback dengan resonance. Ilustrasi bunyi efek flanger adalah seandainya ada dua tape yang memainkan material yang sama tetapi salah satunya diperlambat sedikit maka hasilnya akan seperti efek flange. Bunyi efek flanger agak mirip dengan efek chorus, bedanya bunyi delaynya seperti menyapu dan merayap pada sinyal aslinya. Bagaimana mengeset sebuah multiefek yang mempunyai amp simulator dengan sebuah amplifier? Di masa sekarang orang lebih banyak memilih multiefek digital, dibanding efek satuan karena dirasa lebih praktis. Dengan menggunakan multiefek digital kita bisa mendapatkan seluruh sound dan efek sekaligus, mulai dari distorsi, reverb, delay, chorus, flanger, phaser, wah, whammy, dll. Beberapa pabrik multiefek bahkan berusaha memasukan seluruh sound amplifier yang ada di pasaran ke dalam produknya. Dahulu sebelum saya mengerti apa-apa mengenai setting efek gitar, saya selalu memasukan sinyal gitar saya ke input sebuah multiefek, dan kemudian dari output multi effect tsb saya masukan ke dalam input sebuah amplifier. Dengan setting ini saya mempunyai kesulitan dalam mengeset sound saya. Setiap menemui amplifier yang berbeda saya harus menyesuaikan setting sound saya kembali. Setting sound saya yang sudah jadi harus saya set ulang karena terdengar berbeda di setiap ampli yang berbeda. Setelah semakin belajar mengenai sound saya baru menyadari bahwa sebuah multiefek digital ternyata berfungsi sama dengan preamp, terutama efek-efek yang mempunyai amp simulator. Akhirnya saya sadar mengapa sound saya selalu berubah-ubah di setiap ampli yang berbeda. Hal ini disebabkan karena sound saya diproses 2 kali oleh 2 preamp, pertama oleh preamp pada multiefek saya kemudian diproses lagi oleh preamp dari amplifier yang saya gunakan. Sia-sia saja saya mengeset sound karakter distorsi tertentu atau EQ tertentu pada multiefek saya karena toh akhirnya sound yang saya hasilkan akan diproses lagi oleh preamp pada amplifier yang saya gunakan. Untuk menghindari hal tsb kita harus by pass preamp pada amplifier yang kita gunakan. Caranya dengan tidak memasukan output yang keluar dari multiefek kita ke input amplifier. Output yang keluar dari multiefek kita harus kita lewatkan ke return yang ada pada amplifier, dengan begini kita akan mem by pass fungsi dari preamp yang ada di amplifier kita, sehingga karakter distorsi yang keluar bisa sesuai dengan yang kita set dan kita inginkan. Dengan setting seperti ini kita hanya meminjam power amp dari amplifier kita untuk mengangkat sound dari multi efek kita ke speaker / cabinet. Beberapa produk multiefek mempunyai pilihan output mode, sehingga kita bisa memilih kita akan mengalihkan output kita kemana. Apakah ke return ampli combo, return ampli stack, ataupun ke mixer. Pengetahuan seperti ini sebenarnya sangatlah dasar namun sering banyak tidak dimengerti oleh para pengguna multi efek, dan akibatnya banyak dari orang2 tsb yang bilang kalau multiefek tertentu soundnya jelek. Cobalah untuk menyambungkan dan mengeset multi efek yang kita gunakan dengan benar terlebih dahulu, baru silahkan berkomentar mengenai bagus tidaknya sound yang keluar dari efek yang kita gunakan. Video
FilterFilm & MusikGitar & BassMusikMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata produk untuk "pedal efek gitar stompbox" 1 - 60 dari Peacekeeper not klon not tube screamer Efek SelatanTreasure_boxAdBOSS Stompbox Reverb RV-500 Pedal Efek Suara Gitar 2%TangerangBOSS IndonesiaTerjual 1AdTerlarisadaptor power supply efek gitar 8 KlatenAVT 1 rb+AdDirect Box Efek Gitar - DI Box Termurah Premium 50+AdBOSS Stompbox MT-2 Metal Zone Pedal Efek Gitar 2%TangerangBOSS 13TerlarisAdhesive Velcro Hook Pedal Efek Gitar Perekat Serbaguna 3M BekasiNoel's Pedal 6 rb+TerlarisVelcro Adhesive Hook Efek Pedal Gitar Stompbox Perekat 3M Double PusatMICKEY MOUSE 250+Terlarisefek gitar distortion murah ASFX AS Effect Stompbox pedal 100+TerlarisPedal Efek Gitar Stompbox Analog Chimaera High Gain 2% 100+efek gitar reverb ASFX murah guitar pedal stompbox AS 100+
BerandaTips And TrikCara Benar Routing Menyusun Urutan Pedal Efek Gitar Yang Benar Agar Minim Noise Agustus 01, 2022 0 Komentar Saat menyusun efek gitar analog alias stompbox, gitaris pemula pasti betanya bagaimana urutan pedal efek gitar antara delay, distorsi, wah, equalizer, chorus, flanger, tremolo, compressor, sustainer, dan booster, teerlebih jika kita tidak tahu apa fungsi dasar dari setiap stompbox itu sendiri. Jika rangkaian atau susunan efek yang kita buat tidak tepat, itu malah akan membuat suara gitar menjadi tidak mengetahui fungsi dari masing-masing efek gitar merupakan sebuah pengetahuan wajib bagi seorang gitaris, agar mempermudah meracik sound gitar sesuai menyusun pedal efek gitar sesuai urutan, kita harus menyediakan beberapa kabel jack terlebih dahulu. Gunakan kabel jack yang berkualitas baik. Bila kita memiliki 8 efek maka butuh 7 kabel jack untuk jumper antara efek yang satu ke efek berikutnya. Dan bila punya efek 10, maka hanya butuh 9 kabel jack untuk jumper efek satu ke efek berikutnya hingga 10 satu cara yang bisa kita lakukan untuk membuktikan kulaitas jack jumper adalah dengan cara mencolokkan ke ampli lalu pegang bagian groundnya, dengarkan suara pada speaker ampli apakah terdengar noise tambahan atau noise normal ketika ampli dinyalakan tanpa dicolok jack. Jika ada noise tambahan berarti jack kualitasnya kabel jack jumper yang mono atau yang hanya memiliki satu gelang hitam pada masing-masing ujung jacknya, karena semua efek stompbox memiliki rangkaian dengan sistem mono. Selain jack jumper, tentu sobat juga harus menyediakan dua kabel jack panjang untuk sambungan gitar ke efek dan dari output efek ke ampli. Usahakan gunakan ampli gitar yang bagus untuk mendeteksi kualitas jack. Artinya ialah ampli yang memiliki noise desis normal saat mode standby nya. Jangan gunakan ampli yang sebelumnya memang ada noise walau tidak dicolok jack karena kita akan bingung, mana suara noise ampli dan mana suara noise yang disebabkan oleh jack yang kita Susunan atau Urutan Pedal Efek Gitar Yang Benar dan fungsinya Pertama, gunakan Volume Pedal, dimana ini adalah cut signal yang paling utama. Efek ini sangat berguna ketika jari kita sibuk memetik gitar atau knob gitar terlalu jauh dari jangkauan jari Sangat berguna untuk membentuk karakter suara gitar, khususnya bagi yang sering menggunakan clean sound, perhatikan tone yang jelas ketika menggunakan Dirt Section. Pedal ini memberikan nuansa dirt dan biasanya bersifat hi-gain. Nah kita harus berhati-hati mengaturnya, karena kalau terlalu over malah sound yang dihasilkan akan terkesan berisik dan menghasilkan feedback pada Kenapa EQ ditaruh setelah dirt section? Hal ini dikarenakan dirt section sangat sensitif pada sinyal dan harus disesuaikan dengan EQ, untuk memberikan sinyal yang kita Pedal ini memberikan warna/corak pada suara yang keluar pada amp Pedal ini memberikan nuasa pada suara yang keluar pada amplifier, tergantung kebutuhan Pedal ini penting banget bagi para gitaris saat melakukan solo gitar. Pedal ini memberikan sinyal tambahan, dengan drive yang lembut, mempertebal suara yang dihasilkan oleh seluruh rangkaian pedal juga bisa memakai urutan atau routing seperti ini
- Pemain bass memang dikenal lebih sederhana dan simpel untuk urusan efek dan aksesorisnya. Cukup pakai EQ atau direct box, kita sudah bisa tampil dengan lancar. Tapi kadang bassist perlu juga menambahkan satu atau dua efek sebagai 'bumbu' dalam permainan bass.. Tapi tidak semua pemain bass mau membawa pedalboard besar dengan banyak efek. Selain ribet dan juga cukup berat, juga beresiko saat terjadi masalah. Multiefek bisa membantu mengurangi jumlah efek di pedalboard. Jadi tidak perlu membawa banyak efek, cukup hanya satu multiefek saja untuk beberapa efek. Cukup Pakai Multiefek Saja? Manggung dengan hanya membawa multiefek bass saja memang praktis. Tidak perlu memikirkan jika ada kabel jumper lepas atau efek yang mati, karena semua sudah ada di dalam unit multiefek yang ringkas. Masalahnya, tidak semua multiefek punya sound yang bagus. Misalnya di dalam multiefek tersebut ada sound drive dan amp yang bagus, tapi modulasinya kurang... Memang setiap tahun kualitas suara multiefek semakin bagus, tapi jarang multiefek yang memiliki suara efek yang bagus untuk setiap jenis efeknya. Multiefek sejenis Headrush Gigboard kualitas suara efek diatas rata-rata. Pengecualian untuk multiefek dengan performa tinggi seperti Axe FX, Headrush atau Line 6 Helix. Semua multiefek tadi bisa saja menjadi satu-satunya alat yang kita bawa saat manggung, karena fasilitas dan fiturnya sudah lengkap.. Multiefek + Stompbox Kita bisa juga menggabungkan multiefek bass dengan stompbox. Menggabungkan multiefek dan stompbox sering digunakan gitaris dan bassist untuk mendapat variasi sound yang kaya. Dalam setup multiefek dan analog, umumnya sound seperti preamp, EQ dan overdrive/distorsi masih mengandalkan stompbox analog. Untuk efek tambahan seperti chorus, reverb, dan delay nya menggunakan multiefek. Misalnya kita lihat setup pedalboard berikut ini B3K >> Bass Big Muff >> Sansamp Bass Driver >> GT1B Pada pedalboard di atas, untuk kebutuhan preamp dan EQ dipenuhi oleh Tech 21 VT Bass. Ada 2 sound drive, yaitu EHX Bass Big Muff dan Darkglass B3K. Ketiga efek analog tersebut bertindak sebagai sound utama bass. Kemudian untuk modulasi, chorus, reverb, shimmer, delay dan efek-efek khusus lainnya menggunakan multiefek Boss GT1B. Hanya perlu satu unit efek saja. Bayangkan jika menggunakan stompbox, berapa banyak tempat yang dibutuhkan untuk menampung semuanya. Tentu kita juga bisa menggunakan multiefek apapun, tidak harus yang mahal. Seperti yang ada di bawah ini.. Diawal ada bass overdrive dan fuzz. Lalu B1Xon nya bisa kita setting untuk berbagai efek tambahannya. Perhatikan Level Atau Volume Jika menggabungkan multiefek digital dengan stompbox, maka kita harus benar-benar memperhatikan volume. Multiefek digital bisa jadi memiliki output yang tinggi . Jika tidak berhati-hati,saat menyalakan multiefek dengan stompbox bisa menimbulkan noise atau lonjakan volume yang terlalu besar. Kita bisa mengecek level dengan mengaktifkan beberapa kombinasi efek yang sering kita gunakan. Ok, sampai disini dulu artikel singkat kita, sampai berjumpa lagi di !!!!
Assalammualaikum wr. wb. gimana nih kabarnya gan, kali ini saya akan posting tentang “bagaimana sih cara merakit stompbox ?” sebenernya sih tidak ada patokan yang baku untuk merangkai efek stompbox. Cuma, bagaimana kita merangkai efek stompbox yang kita miliki untuk menghasilkan sound yang bagus. Nah, kebetulan saya dapet dari forum sebelah ni gan, untuk itu saya mencoba berbagi pengetahuan tentang dasar-dasar merangkai efek gitar. langsung aja deh gan…. Pada umumnya efek gitar terbagi-bagi beberapa macam gan, nih contohnya 1. Distortion/Overdrive Pada umumnya setiap gitaris pasti menggunakan effek ini. Kecuali gitaris klasik atau jazz gan. Efek ini digunakan untuk mengasilkan suara gitar yang rusak/hancur. Akan lebih maksimal apabila di-plot setelah noise gate. Disini saya merekomendasikan Proco Rat, Boss Distortion DS-1distortion, Ibanez Tube Screamer TS-808overdrive. 2. Modulation Efek modulasi, efek ini memberikan suatu warna tersendiri untuk memperindah sound gitar. Biasanya terdiri dari Phaser, Chorus, Flanger, Pitch Sifter, Tremolo, Rotary, Ring Modulator, dll. Mungkin saya tidak bisa menjelaskan satu per satu disini. Tapi, suatu saat anda bisa melihat postingan tentang hal ini di blog ini. Modulator sebaiknya disimpan di tengah-tengah rangkaian. Diantara distorsi/overdrive dan Delay. Disini saya merekomendasikan POD Line 6 Modulation Modeler MM-4. 3. Noise Gate Sound gitar biasanya memiliki noise yang cukup mengganggu apabila kita bermain live gan seperti bunyi “bzzzzzzz” atau “Tenngggggggggggggggg” hehe. Untuk menghilangkan berbagai noise yang cukup mengganggu, anda bisa menggunakan effek noise gate. efektif gan, supaya kinerja noise gate terasa maksimal, sebaiknya pedal ini dipasang diawal rangkaian gan. Disini saya merekomendasikan Boss Noise Suppressor NS-2. 4. Delay/Reverb Lebih cocok dipasang di akhir rangkaian. Efek ini digunakan untuk memberikan efek gema atau echo agar suara yang di hasilkan lebih menarik dan terkesan harmonis gan. Saya merekomendasikan Boss Digital Delay DD-3 dan POD Line 6 Delay Modeler. 5. Wah Cara kerja efek ini sama dengan knob tune pada gitar gan. Efek ini mengatur kejernihan dan ketajaman sound dan menghasilkan suara seperti waouw-waouw’. Efek ini memiliki dua model. Footwah dan Autowah. Footwah, dikendalikan secara manual menggunakan pedal wah. Autowah, bekerja secara otomatis dengan settingan tertentu. Sebaiknya effek ini dipasang berdampingan dengan foot volume, dan diselipkan diantara noisegate dan distorsi/overdrive. Berikut beberapa konfigurasi yang bisa dicoba GITAR -> Compressor -> Distortion -> Wah -> Flanger -> Chorus -> Delay -> Reverb -> AMPLIFIER GITAR –> Distortion –> Delay –> Reverb–> AMPLIFIER GITAR –> Compressor –> Distortion –> Delay –> AMPLIFIER Sebenarnya stompbox tidah sepenuhnya bergantung pada konfigurasi gan, tergantung kita bagaimana feel yang cocok sebagai gitaris. Di bawah ini adalah skema-skema rangkaian yang dapat kita lakukan dengan pedal line selector, kebetulan dapet dari forum sebelah gan 1. A/B mode, channel A untuk backing sound, channel B untuk solo melodi 2. A+B Mix / By pass mode, setting ini adalah mix antara sound untuk solo gitar di channel A dan backing sound di channel B 3. A/B mode, set up ini biasanya digunakan untuk switching antara loop A/B dengan tuner 4. A—->B / bypass mode, pada set up ini digunakan apabila kita menggunakan 2 gitar yg berbeda, ato gitar dengan synthetizer, kita bisa memilih menggunakan sound yg kita butuhkan 5. Output select mode, digunakan untuk memilih 2 ato 3 output. misalnya antara ampli tabung ato ampli transistor, dll Source
susunan efek stompbox yang benar