Suatuhari, cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Fadil Al-Jailani menjelaskan tentang ciri kewalian KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Hal tersebut sebagaimana mengutip dawuh Syekh Abdul Qodir Al Jailani dalam kitab Nahrul Qadiriyah, Syekh Fadil mengatakan, ada lima sifat para wali, dimana kelima sifat ini melekat pada diri Mbah Moen. Dankemudian ditemukan oleh cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang ke-25, yaitu Syekh Fadhil al-Jailani al-Hasani al-jimazraq di perpustakaan Vatikan. Dalam kitab Tafsir al-Jailani, tidak ditemukan alasan yang jelas kenapa Syekh Abdul Qodir al-Jailani mengarang kitab tafsir tersebut. KetikaAllah Hanya Menerima Ibadah Haji 6 Orang dari 600 Ribu Jamaah Hikmah Di Antara Karamah Syekh Abdul Qadir Jailani: Bisa Menghidupkan Orang Mati Hikmah Belajar dari Kesabaran dan Keteguhan Para Rasul Hikmah Keistimewaan Angka 7 menurut Syekh al-Hamdani Hikmah Ketika Selendang Rasulullah Ditarik Orang Badui dengan Kasar Hikmah TAFSIRAL-JAILANI (6 Jilid) Penulis: Syekh Abdul Qadir al-Jailani Tahqiq: Syekh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Jailani al-Hasani Penerbit Qaf Ukuran buku: 17 × 24,5 cm Spesifikasi isi: Jilid 1: 576 halaman QPP (dua warna) Jilid 2: 576 halaman QPP (dua warna) Jilid 3: 564 halaman QPP (dua warna) Jilid 4: 492 halaman QPP (dua warna) Jakarta Maulana Assayid Assyarif Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani lahir pada 1 April 1954 M di Desa Jimzaraq, Kurtalan, wilayah Is'ird, sebelah Timur Turki yang terkenal dengan kawasan ulama. Beliau adalah cicit dari generasi ke-25 Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Sejak usia 2 tahun oleh kakeknya, al-Quthub al-Alim Syekh Muhammad Shiddiq al Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Surabaya, NU Online Cucu ke-25 Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani telah tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad 5/2/2023. Kedatangan Syekh Fadhil al-Jailani disambut langsung oleh Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi Gus Fahrur di lobby Shangri-La Hotel, Surabaya. Syeikh Fadhil menyampaikan bahwa kedatangannya ke Surabaya semata-mata untuk menghadiri dan mengambil keberkahan dari kegiatan akbar 1 Abad NU di Sidoarjo, Selasa 7/2/2023 besok. Ia menceritakan bahwa lawatannya kali ini diliputi kesedihan sebab harus menginggalkan ibunda tercinta yang tengah sakit, di Turki. “Saya sangat senang dapat menghadiri perhelatan akbar NU ini. Namun, saya juga sangat sedih karena harus meninggalkan ibu saya yang tengah sakit kritis,” ungkapnya kepada NU Online. Ia berharap kehadirannya dalam acara ini dapat memberkahi dan menjadi wasilah kebaikan untuk kesembuhan ibundanya. “Bismillah, saya menghadiri undangan NU semoga Allah berkahi ibunda saya kesembuhan,” tuturnya penuh harap. Hal itu dibenarkan oleh Gus Fahrur. Ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Syekh Fadhil lantaran bersedia menghadiri undangan dari NU meski tengah dalam keadaan bersedih. “Saya mengapresiasi komitmen Syekh Fadhil untuk menghadiri acara 1 Abad NU ini. Meskipun tidak dapat dipungkiri beliau pasti sangat sedih harus meninggalkan ibunya yang tengah kritis,” kata Gus Fahrur. Meski begitu, Syeikh Fadhil tetap optimis dan berdoa untuk kesembuhan ibundanya. “Karena janjinya kepada NU ia memaksakan hadir tapi juga tetap berdoa kepada Allah untuk kesembuhan ibunya,” tuturnya. Kecintaannya terhadap Indonesia dan NU yang mendorong Syekh Fadhil untuk menghadiri acara akbar ini. Indonesia bagi Syekh Fadhil adalah Tanah Air-nya yang kedua setelah Turki. “Di seluruh dunia ia mengatakan Tanah Air saya setelah Turki itu Indonesia,” kata Gus Fahrur. Seperti diketahui, Syeikh Fadhil akan memimpin pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani pada pukul WIB sampai pukul WIB di puncak resepsi 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Pewarta Syifa Arrahmah Editor Musthofa Asrori Salah satu keturunan Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yakni Syekh Muhammad Fadhil Al Jailani kembali berkunjung ke Indonesia, tepatnya di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, KH Musthofa Aqil Siroj mengenang pertemuan pertamanya dengan ulama kelahiran Turki tersebut. “Berawal pada 2009 lalu, santri ayah saya di Mesir, Syekh Rahimuddin mengabarkan bahwa beliau bertemu dengan Syekh Fadhil. Dia menyampaikan bahwa Syekh Fadhil ingin berkunjung ke Pesantren Kempek,” jelas Kiai Musthofa, dalam acara Zikir Bersama As Sayyid Syaikh Muhammad Fadhil Al Jilani di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Kamis malam, 15 Desember 2022. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU itu menceritakan, kedatangan Syekh Fadhil ke Pesantren Kempek karena merasa penasaran dengan yang dimaksud guru oleh murid ayahnya itu. “Ketika bertemu, Syekh Fadhil heran, kok gurunya masih muda? Beliau bilang, Musthofa Aqil shaghir kecil/muda,” katanya, diiringi tawa jemaah. Kiai Musthofa juga menjelaskan bahwa Syekh Fadhil telah didatangi kakeknya sebanyak 10 kali berturut-turut di dalam mimpi. Syekh Abdul Qadir Al Jailani berpesan kepada cucunya itu untuk mencarikan sekian banyak kitabnya yang terpencar di seantero jagat. “Padahal cucu Syekh Abdul Qadir itu sangat banyak. Maklum kan jaraknya sudah 600 tahun. Tetapi Syekh Fadhil yang dititipi pesan tersebut,” ungkap Kiai Musthofa. Sejak saat itulah, lanjut Kiai Musthofa, Syekh Fadhil berkeliling dunia untuk mencari kitab sang leluhur hingga lebih dari 30 tahun lamanya. “Ditemukan sekitar 118 kitab. Tapi yang sudah dicetak baru 24 sampai 28 kitab.” Salah satu yang ditemukan itu adalah kitab Tafsir Syekh Abdul Qadir Al Jailani sebanyak enam jilid. Kiai Musthofa termasuk salah satu ulama yang diberikan salinannya. “Kitab ini justru ditemukan di sebuah perpustakaan di Vatikan,” kata Kiai Musthofa. Sementara itu, Syekh Fadhil mengaku senang bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Syekh Fadhil menganggap Indonesia adalah negaranya yang kedua. “Ketika saya pergi ke Amerika, maka saya katakan pergi ke Amerika. Ketika ke Eropa, saya katakan pergi ke Eropa. Begitu pula ketika saya ke Afrika maupun Rusia. Tetapi ketika saya datang ke Indonesia, saya mengatakan bahwa aku datang ke negaraku yang kedua, Indonesia,” ungkap Syekh Fadhil disambut riuh tepuk tangan ratusan jemaah. Sidoarjo, NU Online Cucu ke-25 Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani hadir sebagai pengisi acara Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani pada kegiatan ritual keagamaan Puncak Resepsi 1 Abad NU di area Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur Selasa 7/2/2023 dini hari. Syekh Fadhil al-Jailani yang didampingi Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi Gus Fahrur menyampaikan bahwa Indonesia sudah seperti negaranya sendiri. Bahkan bila ada orang yang bertanya saat hendak ke Indonesia, ia selalu menjawab dirinya datang ke negaranya sendiri. "Kalau seandainya saya pergi ke Amerika, saya ditanya ke mana kamu pergi? Saya mau pergi ke Amerika. Ke mana kamu? Saya mau ke Eropa. Ke mana kamu? Ke Afrika. Ke mana kamu? Ke Rusia. Tetapi kalau ke Indonesia, saya jawab saya datang ke negara saya sendiri yang dijaga oleh Allah swt," katanya disambut tepuk tangan ribuan jamaah yang hadir. Syekh Fadhil mengatakan, kehadirannya di acara Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani untuk mengisi mauidzah hasanah. Dia akan menyampaikan nasihat-nasihat yang disampaikan sang kakek Syekh Abdul Qadir Jailani kepada dirinya. Dia juga mengaku akan memberikan ijazah tariqah qadariyah al-Aliyah. "Tetapi sebelum itu saya ingin mengajak jamaah berdzikir bersama dan serta melantunkan qasidah bersama sebelum ditutup dengan doa," tuturnya. Ia menegaskan bahwa NU adalah organisasi penganut paham Ahlusunnah wal Jamaah yang dia cintai. Dia juga sempat merasa bingung datang ke acara NU, karena kondisi sang ibunda yang sedang terbaring sakit. Namun, berkat doa dan izin dari sang ibunda, Syekh Fadil akhirnya memutuskan untuk datang ke acara resepsi satu Abad NU. "Saking cintanya saya kepada NU," ujarnya. Sebelumnya, Syekh Fadhil al-Jailani juga menghadiri acara Muktamar Fiqih Peradaban I yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin 6/2/2023 pagi. Syekh Fadhil hadir bersama ulama fikih mancanegara lainnya untuk mendiskusikan terkait piagam PBB. Pantauan NU Online, kegiatan manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani diikuti oleh ribuan jamaah Puncak Resepsi 1 Abad NU yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sudah memadati area Stadion Delta Sidoarjo sejak Senin 6/2/2023 malam. Setibanya di Stadion Delta Sidoarjo para jamaah langsung memadati panggung Khatmil Qur'an dan Shalawat di area stadion. Mereka tampak antusias mengikuti tawasulan, pengajian, dan shalawatan. Termasuk shalawatan bareng KH Said Agil Husein Al-Munawwar. Kontributor Abdul Rahman Ahdori Editor Syamsul Arifin TERLENGKAP PERTAMA Terjemah Tafsir al-Jailani dalam Bahasa Indonesia Para pencinta Syekh Abdul Qadir al-Jailani di Indonesia patut bersyukur karena salah satu karya terbesar Sulthânul Auliyâ’, yaitu Tafsir al-Jailani, telah selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan edisi perdananya terbit pada Maret 2022 ini, lengkap 6 jilid. belas tahun yang lalu Tafsir al-Jailani diperkenalkan pertama kali oleh Syekh Prof. Dr. Muhammad Fadhil al-Jailani, cucu ke-24 dari Sulthânul Auliyâ’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Beliaulah yang mencari, mengumpulkan, men-tahqiq, dan menerbitkan kitab-kitab karya datuk beliau. Sejak memperkenalkan Tafsir al-Jailani, Syekh Fadhil juga mengamanahkan kepada muhibbinnya agar Tafsir al-Jailani diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Setelah 15 tahun menanti, pada 2022 ini beliau sangat bahagia karena terjemahan Tafsir al-Jailani dalam bahasa Indonesia akhirnya berhasil diterbitkan. Dalam kesempatan kunjungannya ke Indonesia pada awal 2022 ini, Syekh Fadhil berkali-kali mengutarakan kebahagiaannya itu di setiap majelis yang beliau hadiri. “Saya bahagia karena Tafsir al-Jailani telah selesai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan segera terbit,” tutur Syekh. Satu-satunya Terbitan yang Mendapatkan Lisensi dan Restu dari Syekh Fadhil Diterbitkan oleh Penerbit Qaf, Markaz al-Jilani Asia Tenggara, dan Dar ar-Raudhah al-Islamiyyah di bawah amanah dan himmah langsung dari muhaqqiq Tafsir al-Jailani Maulana Syekh Prof. Dr. Muhammad Fadhil al-Jailani. Didukung Tim Pembaca Ahli dari Para Kiai Mursyid Selain penerjemahan dan penyuntingannya dikerjakan oleh para ahli di bidangnya, Tafsir al-Jailani ini juga didukung oleh para pembaca ahli dari kalangan mursyid. Mereka adalah Achmad Chalwani Nawawi, Ahmad Marwazie al-Batawi, Hakim Tubagus Fauzan, Masbuhin Faqih, Mustofa Aqil Siroj, Rohimuddin Nawawi al-Bantani, dan Muhammad Danial Nafis Edisi Luks dan Eksklusif Produk ini luks dan eksklusif karena [1] tiap jilid berbahan sampul tebal dan keras atau hardcover, [2] kertas isi menggunakan Qur’an Paper QPP, jenis kertas premium yang biasa digunakan untuk mencetak mushaf Al-Qur’an, terkenal awet dan tidak mudah berjamur, [3] isi buku dicetak dengan dua warna, dan [4] enam jilid tidak akan mudah tercecer karena dilengkapi boks berbahan board tebal untuk mengemasnya. Dengan nilai-nilai eksklusivitas yang dimilikinya, produk ini sangat layak untuk dikoleksi. Dalam kitab ini, Syekh al-Jailani tidak sekadar menafsirkan Al-Qur’an dengan pola tafsir yang semata-mata mengandalkan ilmu dan pemahaman seperti yang lazim terdapat dalam pelbagai kitab tafsir lain. Tafsir ini lebih banyak bertumpu pada pemaparan berbagai sugesti yang menghidupkan ruh serta dapat menumbuhkan ketakwaan di satu sisi, dan di sisi lain, mampu mengikat murid dengan gurunya, sehingga guru dapat terus meningkatkan kualitas murid hingga mencapai derajat setinggi mungkin. Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani Muhaqqiq Tafsir al-Jailani Komentar Ulama tentang Syekh Abdul Qadir al-Jailani “Syekh al-Jailani punya jasa besar dalam bidang Hadis, Fiqih, Etika, dan Ilmu Hakikat. Ia punya reputasi yang baik. Ia lebih memilih diam kecuali bila terkait dengan amar makruf dan nahi munkar.” Al-Hafizh Ibn Katsir “Syekh Abdul Qadir al-Jailani dikenal sangat teguh memegang hukum syariat. Ia selalu mendorong orang lain untuk mengikuti jalan syariat dan menjauhi menentang syariat.” Ibn Hajar al-Asqalani “Saya datang ke Bagdad pada 561 H. Saat itu Syekh Abdul Qadir berada di puncak karier keilmuan, pengamalan ilmu, posisi, dan fatwa. Banyaknya ilmu yang dikuasai, membuat seorang pelajar tidak ingin belajar di tempat lain. Ini juga didukung kesabaran dan lapang dada Syekh dalam melayani banyaknya orang yang ingin belajar. Saya belum pernah melihat orang yang diagungkan karena ilmu agama melebihi Syekh ini.” Ibn Qudamah al-Maqdisi “Syekh al-Jailani dihormati ulama dan para zahid pada masanya. Selain dikaruniai banyak keutamaan dan karamah, ia juga memiliki pandangan baik tentang tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu makrifat yang sesuai dengan Sunnah.” Ibn Rajab “Syekh Abdul Qadir al-Jailani tampil hidup hampir satu abad sendirian dalam dakwah menuju Allah. Dampak positifnya dirasakan dunia Islam di sekitarnya. Pengaruhnya besar. Belum ada tokoh yang berpengaruh dalam waktu sepanjang itu.” Abu al-Hasan al-Nadwi Previous Next Spesifikasi Buku JudulTAFSIR AL-JAILANI 6 JilidPenulisSyekh Abdul Qadir al-JailaniISBN978-623-6219-16-4 no. lengkap 978-623-6219-17-1 jilid 1 978-623-6219-18-8 jilid 2 978-623-6219-19-5 jilid 3 978-623-6219-20-1 jilid 4 978-623-6219-21-8 jilid 5 978-623-6219-22-5 jilid 6Dimensi17 × 24,5 cmSpek isiJilid 1 576 hal. QPP dua warna Jilid 2 576 hal. QPP dua warna Jilid 3 564 hal. QPP dua warna Jilid 4 492 hal. QPP dua warna Jilid 5 560 hal. QPP dua warna Jilid 6 580 hal. QPP dua warnaSampulHard CoverKemasanBoksTerbitMaret Daftar Isi Buku Jilid 1Surah al-Fātiḥah [1] – Surah al-Māʾidah [5]Jilid 2Surah al-Anʿām [6] – Surah Ibrāhīm [14]Jilid 3Surah al-Ḥijr [15] – Surah an-Nūr [24]Jilid 4Surah al-Furqān [25] – Surah Yāsīn [36]Jilid 5Surah aṣ-Ṣāffāt [37] – Surah al-Wāqiʿah [56]Jilid 6Surah al-Ḥadīd [57] – Surah an-Nās [114] Berapa harganya? Harga normalnya menariknya, dapatkan harga promo untuk pemesanan hari ini. + Gratis Ongkir 100rb Baca Sampel Gratis Bukti Konfirmasi Pembeli Mau pesan? Tekan tombol “Pesan Sekarang” di bawah ini.

syekh fadhil al jailani