Menurut Ibnu 'Asyur dalam tafsirnya, fi'il Iqra' dalam ayat ini tidak menyebutkan maf'ul atau objeknya, karena ada dua kemungkinan. (1) Adakalanya karena diposisikan seperti fi'il lazim sedangkan maksudnya adalah 'أَوْجَدِ الْقِرَاءَةَ' "Wujudkanlah bacaan"; (2) adalakanya karena sudah jelasnya apa yang dibaca. Menurut Ibnu Katsir bahwa surat Al-„Alaq ayat 1-5 merupakan surat yang berbicara. tentang permulaan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya, awal dari nikmat. yang diberikan kepada hamba-Nya dan sebagai tanbih (peringatan) tentang proses awal. penciptaan manusia dari "alaqah". dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa: 59) Yaitu lebih baik akibat dan penyelesaiannya, menurut pendapat As-Saddi dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Sedangkan menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah lebih baik penyelesaiannya; apa yang dikatakan Mujahid ini lebih dekat kepada kebenaran. Juz 5 Madaniyah Surat An-Nisa Tafsir Surat An-Nisa. Malik telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Yazid, dari Abu Salamah, bahwa Abu Hurairah mengimami salat mereka dan membaca Izas Sama-un Syaqqat (surat Al-Insyiqaq). maka dia melakukan sujud dalam bacaannya.Setelah selesai dari salatnya, ia menceritakan kepada orang-orang yang bermakmum kepadanya, bahwa Rasulullah Saw. telah melakukan sujud tilawah dalam surat tersebut. Sa'id ibnu Jubair telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian membennya petunjuk. (Thaha: 50) Yakni Allah memberikan kepada tiap-tiap makhluk bentuk yang pantas baginya, maka Dia tidak menjadikan manusia berbentuk hewan, dan hewan ternak tidak berbentuk seperti Vay Nhanh Fast Money.

tafsir al alaq 1 5 ibnu katsir